Detik-pena.my.id || JOMBANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mencuri perhatian ribuan warga Nahdlatul Ulama dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Senin (31/08/2026).
Di tengah momentum besar Muktamar NU, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kartu anggota Nahdlatul Ulama atau Kartanu yang baru diterimanya. Aksi spontan Presiden tersebut langsung menjadi perhatian peserta Muktamar dan memperlihatkan suasana akrab antara Kepala Negara dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Kartu anggota NU yang diperlihatkan Prabowo bukan sekadar sebuah identitas keanggotaan. Bagi Presiden, Kartanu tersebut memiliki makna tersendiri sebagai simbol kedekatan dan ikatan emosional dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia.
Dalam suasana penuh kehangatan, Prabowo Subianto memperlihatkan Kartanu barunya di hadapan warga NU. Momen tersebut semakin menarik perhatian karena pada kartu tersebut tercantum status keanggotaan “anggota seumur hidup.”
Tulisan itu menjadi bagian yang memberikan kesan mendalam bagi Presiden Prabowo Subianto. Dengan gaya khasnya yang santai dan penuh humor, Prabowo menjadikan Kartanu tersebut sebagai bagian dari cerita kedatangannya di Muktamar ke-35 NU.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Tambakberas Jombang sekaligus menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan Muktamar ke-35 NU. Ribuan peserta, kiai, ulama, pengurus NU, santri, dan warga Nahdliyin menyaksikan langsung kehadiran orang nomor satu di Indonesia dalam forum tertinggi organisasi tersebut.
Prabowo Subianto tidak hanya hadir sebagai Kepala Negara yang menjalankan agenda kenegaraan, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kehadirannya memperlihatkan pentingnya hubungan antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat dalam menjaga kekuatan bangsa.
Tambakberas Jombang sendiri memiliki nilai historis yang kuat bagi perkembangan dunia pesantren dan Nahdlatul Ulama. Karena itu, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Bahrul Ulum menjadi perhatian besar masyarakat, khususnya warga Nahdliyin yang datang dari berbagai daerah.
Momen ketika Prabowo Subianto memamerkan kartu anggota NU baru pun menjadi simbol kedekatan yang sederhana namun memiliki makna kuat. Di tengah agenda besar Muktamar ke-35 NU yang membahas masa depan organisasi dan kepemimpinan, Presiden menunjukkan sisi personalnya melalui sebuah kartu anggota.
Kartanu tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan warga Nahdlatul Ulama tidak hanya terbangun dalam ruang formal kenegaraan. Kehangatan yang muncul dalam pertemuan tersebut memperlihatkan adanya komunikasi dan kedekatan yang terus dijaga antara Presiden dengan para kiai serta warga NU.
Penutupan Muktamar ke-35 NU pada 31 Agustus 2026 pun menjadi catatan penting bagi Jombang. Selain menghasilkan berbagai keputusan strategis organisasi, Muktamar kali ini juga diwarnai kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang tampil penuh keakraban di hadapan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan simbolis melalui Kartanu yang diperlihatkannya: sebuah kedekatan, penghormatan, dan ikatan dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
Muktamar ke-35 NU di Jombang akhirnya bukan hanya mencatat perjalanan organisasi, tetapi juga mengabadikan momen ketika Presiden Prabowo Subianto dengan bangga memperlihatkan kartu anggota NU barunya di hadapan warga Nahdliyin.
Pewarta : Menik.A
