Detik-pena.my.id || JOMBANG— Gus Salam angkat suara. Ia membongkar adanya dugaan penganiayaan terhadap salah satu peserta Muktamar NU yang digelar di Jombang.
Dalam konferensi pers, Gus Salam menyatakan bahwa korban merupakan pengurus PC. Pelaku diduga memukuli korban karena korban tidak mengikuti "arahan akhwa oleh PW".
"Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Jombang," tegas Gus Salam di hadapan awak media.
Selain penganiayaan, Gus Salam juga menyoroti tindakan pembatasan gerak terhadap peserta lain. Ia menyebut sejumlah peserta muktamar mengalami "karantina" dan tidak bisa keluar. Beberapa bahkan tidak bisa berziarah atau menemui saudara di wilayah Jombang dan Jawa Timur.
Gus Salam mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut peristiwa itu sebagai tindakan tidak beradab.
"Ini sangat memprihatinkan. Apalagi korbannya para kiai dan peserta muktamar," ujar Gus Salam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Jombang belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang masuk.
Pihak penyelenggara muktamar juga belum memberikan klarifikasi atas dugaan intimidasi dan pembatasan yang disampaikan Gus Salam.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik. Banyak pihak menunggu proses hukum berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik dugaan kekerasan dalam forum tertinggi NU itu.
Pewarta : Menik A
