Detik-pena.my.id || SIDOARJO — Di tengah gencarnya perang terhadap peredaran narkotika di Jawa Timur, peran lembaga rehabilitasi berbasis masyarakat menjadi garda terdepan yang tak tergantikan. Yayasan Rehabilitasi KOBRA Jatim, yang telah berdiri sejak 23 Januari 2019, kini menegaskan keberadaannya sebagai mitra strategis negara dalam memutus rantai kerusakan akibat penyalahgunaan zat.
Berkantor pusat di Kahuripan Nirwana Village Blok C.9, Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, lembaga ini sejak awal berkomitmen mendukung program pemerintah P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) — bukan hanya menangani yang sudah terjerat, melainkan mencegah lebih dini melalui sosialisasi ke desa-desa serta sekolah SLTP dan SLTA.
TIGA PILAR LAYANAN REHABILITASI
Sebagai salah satu Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM) yang resmi menjadi mitra BNN maupun Dinas Sosial, YR KOBRA Jatim menyediakan tiga jalur pemulihan yang saling melengkapi:
1. Rehabilitasi Rawat Jalan — untuk pemulihan yang tetap beraktivitas di lingkungan
2. Rehabilitasi Rawat Inap — pemulihan intensif di bawah pengawasan penuh tenaga profesional
3. Homecare — pendampingan langsung ke lingkungan tempat tinggal klien
Klien yang datang beragam, baik yang dirujuk melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) BNN maupun yang datang secara mandiri (sukarela). Seluruh proses ditangani oleh sumber daya manusia yang tersertifikasi, kompeten, dan profesional. Kini lembaga ini tengah menapaki peningkatan mutu layanan guna meraih standar SNI 2026 — bukti keseriusan menjaga kualitas setara lembaga resmi negara.
TIDAK ADA PERMAINAN BIAYA, TIDAK ADA PERLAKUAN BEDA
Direktur YR KOBRA Jatim, Tjatur Agus Prabowo, menegaskan garis tegas lembaga dalam menjalankan amanah pemulihan:
"Layanan rehabilitasi yang kami berikan sudah sesuai dengan standar layanan dan SOP lembaga. Hal ini merupakan garis tegas kami sebagai petugas Rehabilitasi di YR KOBRA Jatim dalam memberikan layanan."
Tjatur melanjutkan, tidak ada pembedaan perlakuan antara klien rujukan BNN maupun yang datang secara sukarela:
"Siapapun dan dari manapun klien yang datang ke lembaga, baik melalui rekomendasi BNN ataupun sukarela, akan kami layani dengan sangat baik dan profesional dalam mendukung pemulihannya. Tentu saja dibutuhkan dukungan dan keterlibatan dari pihak keluarga agar pemulihan jangka panjang tercapai — sehingga mereka bisa kembali ke masyarakat dalam kondisi lebih sehat, pulih, produktif, dan diterima baik oleh lingkungan."
Sementara itu, Retno Dwi Hapsari, SE., MM. — Manajer Program sekaligus Konselor Adiksi — menekankan transparansi sebagai pondasi kepercayaan publik:
"Kami adalah lembaga sosial mandiri. Biaya layanan ditetapkan secara terbuka dan bisa dilihat semua orang. Tidak ada permainan dalam penetapan biaya rehabilitasi di YR KOBRA Jatim."
Retno juga menegaskan tidak ada diskriminasi layanan:
"Tidak ada pembeda perlakuan, kecuali semata-mata disesuaikan dengan kebutuhan terapi masing-masing klien berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan."
LUAS Jangkauan: DARI PENCEGAHAN HINGGA BEKAL KETERAMPILAN DAN IJAZAH
Kegiatan YR KOBRA Jatim tidak berhenti di dinding lembaga. Berbagai program kolaborasi terus diperluas:
- 📢 Sosialisasi & pencegahan — bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya
- 🏘️ Pemberdayaan masyarakat — mendukung pembekalan Agen Pemulihan di Desa (IBM / Intervensi Berbasis Masyarakat) se-Kabupaten Sidoarjo
- 🛠️ Keterampilan kerja — menjajaki kerja sama dengan BPVP (Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) untuk memperkuat bekal kemandirian klien pasca-pemulihan
- 📚 Pendidikan kesetaraan — mengajukan kemitraan dengan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) agar klien yang belum memiliki ijazah dapat mengikuti Kejar Paket A, B, maupun C
Semua langkah ini bermuara pada satu tujuan: mempermudah jalan pulang bagi mantan pengguna agar tidak kembali terjerumus, melainkan menjadi warga yang mandiri dan bermanfaat.
"JIKA BUKAN KITA, SIAPA LAGI…"
Slogan yang diusung YR KOBRA Jatim bukan sekadar kata-kata indah:
"Jika bukan Kita, siapa lagi.. Jika tidak sekarang, kapan lagi.."
Maknanya mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, maupun pemangku kepentingan untuk tidak menutup mata — karena ancaman narkoba bisa menyentuh siapa saja, tanpa pandang status maupun wilayah. Keterlibatan semua pihak adalah kunci agar lembaga seperti YR KOBRA Jatim tidak berjuang sendirian.
Pewarta : Jorkfan's
