detik-pena.my.id || JOMBANG, — Pemerintah Desa Mentoro, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat melalui kegiatan Tasyakuran Martabak ke-9. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung di Balai Desa Mentoro, dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat kebangsaan.
Tasyakuran Martabak yang telah memasuki tahun ke-9 bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Tradisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Desa Mentoro dalam merawat kebersamaan, memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas perjalanan pembangunan desa dari tahun ke tahun.
Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan Pemerintah Desa Mentoro untuk kembali mengingatkan masyarakat bahwa kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kuatnya persatuan, kepedulian sosial, serta keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Pelaksanaan Tasyakuran Martabak ke-9 menjadi gambaran bahwa Desa Mentoro memiliki tradisi kebersamaan yang terus dijaga. Pemerintah desa bersama masyarakat berupaya mempertahankan budaya guyub dan gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun desa.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, tradisi semacam ini dinilai penting untuk tetap dipertahankan. Sebab, sebuah desa yang kuat bukan hanya desa yang memiliki pembangunan yang baik, tetapi juga desa yang mampu menjaga komunikasi dan hubungan harmonis antara pemerintah desa dengan warganya.
Pemerintah Desa Mentoro menempatkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan. Kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan kegiatan hiburan, tetapi juga melalui kegiatan yang memiliki nilai sosial dan kebersamaan.
Tasyakuran Martabak ke-9 menjadi simbol rasa syukur sekaligus ruang berkumpulnya masyarakat Desa Mentoro. Dari balai desa, semangat kebersamaan itu diharapkan terus tumbuh dan menjadi energi positif dalam mendukung berbagai program pembangunan desa.
Pemerintah Desa Mentoro juga menunjukkan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan masyarakat. Tanpa partisipasi warga, berbagai program pemerintah desa akan sulit berjalan maksimal. Karena itu, sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi modal penting untuk membawa Mentoro semakin maju.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas keberadaan Pemerintah Desa Mentoro sebagai bagian penting dalam mengawal kehidupan sosial masyarakat. Pemerintah desa tidak hanya hadir dalam urusan administrasi dan pembangunan, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam menjaga tradisi, kebersamaan, serta nilai-nilai gotong royong.
Memasuki usia ke-9 pelaksanaan Tasyakuran Martabak, tradisi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi warisan kebersamaan yang dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.
Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Mentoro pun terasa bukan hanya dalam simbol dan perayaan, melainkan melalui kebersamaan nyata masyarakat. Guyub, rukun dan gotong royong menjadi kekuatan Desa Mentoro dalam menatap masa depan.
Dengan terselenggaranya Tasyakuran Martabak ke-9, Pemerintah Desa Mentoro kembali menegaskan bahwa membangun desa membutuhkan kebersamaan. Pemerintah berjalan bersama masyarakat, masyarakat mendukung pemerintah, dan keduanya bergerak dalam satu tujuan: mewujudkan Desa Mentoro yang semakin maju, solid, guyub dan sejahtera.
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu harus diisi dengan kerja nyata, kepedulian dan persatuan. Dari Desa Mentoro, semangat itu terus dirawat melalui tradisi yang sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi kehidupan masyarakat.
Pewarta : Menik. A
