detik-pena.my.id || JOMBANG, — Keluhan warga terkait kondisi tanggul Sungai Sekunder Gude-Ploso di Dusun Jombang Krajan, Desa/Kecamatan/Kabupaten Jombang, akhirnya mendapat perhatian serius. Setelah kondisi tanggul yang ambrol dan sebelumnya diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat menjadi sorotan dan viral, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas turun langsung ke lokasi.
Tim BBWS Brantas mendatangi lokasi pada Kamis (13/8/2026). Kedatangan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menghadapi persoalan tanggul dengan kemampuan sendiri. Petugas melihat secara langsung kondisi tanggul sekaligus mendengarkan berbagai keluhan, masukan, serta aspirasi masyarakat mengenai kondisi infrastruktur pengendali aliran sungai tersebut.
Kondisi tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambrol menjadi perhatian karena keberadaannya berkaitan langsung dengan keamanan lingkungan sekitar. Bagi warga, persoalan tanggul bukan sekadar masalah bangunan yang rusak, melainkan menyangkut rasa aman masyarakat, terutama ketika debit air sungai meningkat.
Sebelum mendapatkan perhatian BBWS Brantas, warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengantisipasi agar kerusakan tidak semakin meluas. Namun, kemampuan masyarakat tentu memiliki keterbatasan, terlebih jika kerusakan menyangkut infrastruktur sungai yang membutuhkan penanganan teknis dan konstruksi secara memadai.
Pemberitaan mengenai kondisi tanggul tersebut kemudian berkembang luas dan menjadi perhatian publik. Sorotan masyarakat akhirnya membuka jalan bagi hadirnya pihak berwenang untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan.
Kehadiran tim BBWS Brantas juga menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur sungai di wilayah permukiman tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemeriksaan lapangan menjadi penting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat berdasarkan kondisi faktual di lokasi.
Warga pun menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada tim yang datang. Mereka berharap peninjauan tersebut tidak berhenti sebatas melihat kondisi kerusakan, tetapi dilanjutkan dengan langkah nyata berupa penanganan dan perbaikan tanggul secara permanen.
Harapan warga sederhana: tanggul yang rusak segera mendapatkan perhatian dan penanganan yang serius sehingga tidak kembali menjadi persoalan ketika musim hujan atau saat debit Sungai Sekunder Gude-Ploso meningkat.
Bagi masyarakat Dusun Jombang Krajan, peristiwa ini juga menjadi gambaran bahwa suara warga dapat menjadi perhatian ketika disampaikan secara terbuka dan mendapat dukungan pemberitaan. Perbaikan swadaya yang dilakukan warga sebelumnya menunjukkan bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi persoalan di lingkungannya.
Namun, persoalan tanggul pada akhirnya membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif. Swadaya masyarakat dapat menjadi solusi sementara, tetapi untuk memastikan kekuatan dan keamanan tanggul dalam jangka panjang, diperlukan penanganan teknis dari instansi yang memiliki kewenangan dan kapasitas.
Kini bola berada di tangan pihak terkait. Peninjauan BBWS Brantas pada Kamis (13/8/2026) diharapkan menjadi awal dari tindak lanjut yang konkret. Masyarakat tentu akan menunggu apakah hasil tinjauan tersebut berujung pada perbaikan tanggul secara permanen atau kembali berhenti pada tahap pemeriksaan.
Satu hal yang jelas, persoalan tanggul Sungai Sekunder Gude-Ploso di Dusun Jombang Krajan telah mendapat perhatian. Warga berharap suara mereka tidak hanya didengar, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan.
Warga sudah bergerak dengan swadaya. Kini mereka menunggu pemerintah bergerak dengan kewenangan dan anggaran yang ada, agar tanggul Sungai Sekunder Gude-Ploso benar-benar aman dan tidak kembali ambrol menjadi ancaman bagi masyarakat.
Pewarta : Menik. A
