Kabar Duka: Berpulangnya Kiai Sumarli Syafi'i, Tokoh Pendidikan dan Ulama Tercinta Mojowarno


detik-pena.my.id
|| JOMBANG,– Kabupaten Jombang, khususnya wilayah Kecamatan Mojowarno, berduka cita yang mendalam. Ulama sekaligus tokoh pendidikan yang sangat dihormati, Kiyai  Sumarli Syafi'i, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari rabu 19 agustus 2026. Almarhum berdomisili di Dusun Kedunglo, Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.

Kiyai Sumarli Syafi'i dikenal luas masyarakat sebagai guru besar yang disegani di seantero Kecamatan Mojowarno. Beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah Aliyah Miftahun Najah, yang berlokasi di Bajang, Desa Karanglo. Di bawah kepemimpinannya, lembaga pendidikan tersebut terus berkembang dan melahirkan generasi-generasi berilmu serta berakhlak mulia. Selain itu, almarhum juga aktif dalam pengembangan umat sebagai anggota Dewan Suro Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Karanglo, Mojowarno.

Sepanjang hidupnya, Kiai Sumarli Syafi'i mendedikasikan diri untuk dunia pendidikan dan dakwah. Beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati, bijaksana, dan selalu menjadi tempat bertanya serta memohon petuah bagi siapa saja yang datang. Kehadirannya dirasakan sangat berarti bagi kemajuan pendidikan Islam dan kerukunan umat di wilayah Karanglo maupun Mojowarno secara umum.

Sebagai sahabat terdekat sekaligus rekan sejawat, Ustad An Arif, M.Pd.I. menyampaikan pesan dan kesan yang mendalam atas kepergian almarhum:

"Kiai Sumarli bukan sekadar sahabat bagi saya, melainkan saudara seperjuangan dalam menebar ilmu dan kebaikan. Beliau adalah sosok yang sangat tekun, rendah hati, dan teguh pendirian. Di tengah kesibukannya memimpin madrasah dan mengurus urusan umat, beliau selalu menyempatkan waktu untuk saling menguatkan. Nasihatnya yang tak akan pernah saya lupa: 'Ilmu itu cahaya, tidak akan redup meski dibagi-bagi, justru kian terang bila diamalkan bersama.' Kepergiannya terasa sangat berat, namun saya yakin amal dan doa murid-murid serta masyarakat yang telah beliau didik akan terus mengalir baginya. Selamat jalan saudaraku, perjuanganmu tidak akan putus di sini."

Almarhum meninggalkan keluarga besar yang ditinggalkan dengan penuh kasih sayang, yakni istri tercinta Ibu Sri Rahayu, serta 3 orang anak perempuan beserta 2 mantu. Kepergian beliau tentu menjadi kehilangan yang mendalam bagi keluarga, lembaga pendidikan, maupun seluruh masyarakat Mojowarno.

Jenazah Insya Allah akan dimakamkan di pemakaman umum setempat setelah shalat jenazah, dihadiri keluarga besar, tokoh masyarakat, tokoh agama, rekan sesama guru, serta ribuan warga yang datang untuk menghantarkan jenazah beliau ke peristirahatan terakhir.

Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat yang paling mulia di sisi-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan yang luar biasa dalam menghadapi cobaan ini.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Pewarta : AN Arif

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama