Dikawal Puluhan Petugas, Kotak AHWA Masuk Ruang Sidang Muktamar ke-35 NU di Tengah Suasana Ketat


Detik-pena.my.id
|| JOMBANG — Momen paling krusial Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama tiba pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kotak berisi usulan nama anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dikawal ketat oleh puluhan petugas keamanan saat dibawa memasuki arena sidang pleno di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas.

Sekitar pukul 13.44 hingga 14.40 WIB, proses pengalihan kotak berlangsung sangat dijaga. Tim Sigap dan Pagar Nusa membentuk barisan pengeliling rapat mengikuti kendaraan pengangkut, memastikan jarak aman dari kerumunan yang memadati sepanjang jalan menuju ruang sidang. Di pintu masuk GSG, petugas memisahkan alur lalu lintas agar kotak dapat lolos tanpa gangguan meskipun massa masih berkerumun di area depan.

Pengamanan ekstra ketat ini bukan tanpa alasan. Di dalam kotak tersimpan 539 berkas usulan nama calon anggota AHWA yang berasal dari seluruh Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang, hingga Cabang Istimewa NU di luar negeri. Dokumen inilah yang menjadi dasar pemilihan sembilan ulama terpilih yang nantinya akan menetapkan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode lima tahun ke depan.

Sebelumnya, kotak-kotak tersebut dijaga 24 jam penuh di ruangan khusus berlapis kaca lengkap dengan pantauan CCTV dan petugas jaga bergantian. Desain kotak sengaja tanpa kunci pembuka biasa — hanya bisa diakses dengan cara dipecah saat pembukaan resmi sidang. Langkah ini sengaja diterapkan untuk meniadakan tuduhan pegang kunci tunggal sekaligus menjamin transparansi setinggi-tingginya .

Saat kotak akhirnya masuk ke ruang sidang, suasana berubah seketika — hening, khidmat, penuh harap. Ribuan muktamirin menyaksikan langsung pengamanan terakhir sebelum proses penghitungan dimulai. "Ini bukan sekadar kotak kertas, di dalamnya tersimpan amanah seluruh Nahdliyin dari Aceh hingga Papua, bahkan hingga luar negeri," ungkap salah satu saksi sidang.

Kini kotak telah berada di tempat yang semestinya: di hadapan forum tertinggi NU, dalam pengawasan seluruh peserta. Tahap pembukaan dan penghitungan tinggal menunggu waktu. Semoga proses yang dijaga setat ini melahirkan keputusan yang melegakan, adil, dan membawa keberkahan bagi seluruh Nahdlatul Ulama.

Pewarta : Jorkfan,s

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama